6 Cara Mengatasi Anak Susah Makan Usia 1 Tahun, Jangan Menghukumnya

6 Cara Mengatasi Anak Susah Makan Usia 1 Tahun, Jangan Menghukumnya

Salah satu hal yang bisa anda lakukan jika anak anda susah makan adalah dengan memilih untuk menyuapi. dengan menyuapi anak akan muncul ikatan batin antara orang tua dan anak sehingga ketika besar nanti penghargaan anak terhadap orang tuanya lebih besar. Berusaha yang memberikan hal terbaik untuk anak pasti adalah impian setiap orang tua. Dalam merawat dan membesarkan anak, tak sedikit masalah atau tantangan yang terkadang harus dihadapi oleh orang tua. Salah satu masalah yang lazim ditemukan orang tua dalam merawat anak adalah anak yang susah makan.

Berikan anak tugas yang mudah seperti menyiapkan bahan makanan atau hanya menghias makanannya sesuai dengan selera. Anak biasanya akan tertarik makan jika ia diikutsertakan dalam menyiapkan makanannya sendiri. Variasikan hidangan setiap kali makan, baik dari pilihan bahan makanannya maupun penyajiannya. Manfaatkan bentuk, gambar dan warna-warna menarik kesukaan anak. Sementara penyajiannya bisa diakali dengan tampilan yang lucu dan menarik seperti hiasan dari tomat, wortel, sayur atau irisan telur di atasnya.

Tips agar anak mau makan dengan lahap

Jika ia melepehkan makanan, bersabarlah dan tetapsemangati anak untuk mau makan. Ternyata ada manfaatnya juga es krim untuk si kecil yang sedang sariawan. Dengan memberikannya es krim, si kecil bisa terpancing untuk makan dan karena rasa nyerinya yang berkurang, ia bisa kembali menelan makanan lebih nyaman.

Ajak juga anak Anda ikut serta membuatnya agar ia senang dan jadi semangat makan. Bonusnya, bonding antara orang tua dan anak pun bisa semakin erat. Masalah sulit makan pada anak tidak boleh disepelekan oleh orang tua, karena dampaknya yang cukup serius, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Tiap ibu bisa memilih langkah apa yang sekiranya sesuai dengan karakter anak, supaya bisa melakukan pendekatan. Dengan ketelatenan dan kesabaran, insya Allah kesulitan makan pada anak dapat diatasi. Anak usia sekolah lebih banyak membutuhkan energi dibanding usia balita, karena aktifitasnya semakin banyak, baik di rumah maupun di sekolah.

Agar anak menyukai kegitan makan, gunakan pendekatan yang sama seperti cara orangtua membuat anak suka membaca. Tari mengatakan, orangtua perlu bersabar memperkenalkan menu makanan yang baru. Ia pun mencoba berbagai cara untuk mengembalikan nafsu makan anaknya. Pemberian makanan sesuai tahapan perkembangan anak mencakup tekstur makanan dan perbandingan makanan padat serta cair. Selain memperhatikan makan si kecil, jangan lupa untuk menaruh perhatian pada asupan cairan.

Lambung si kecil tak sebesar orang dewasa, maka jangan memaksa anak untuk makan terlalu banyak. Makanlah dengan porsi sedikit, agar ia tak keburu malas untuk menyantapnya. Usahakan juga tambah frekuensi makan anak dengan porsi sedikit. Untuk anak yang sudah lebih besar, Bunda dapat mengatur strategi dengan mengajaknya ke supermarket.

Ibu perlu membatasi waktu makan si kecil, misalnya 30 menit, agar anak mau makan hingga waktu yang diberikan habis. Buatlah agar pengaturan ini sesantai mungkin supaya si kecil tidak merasa terburu-buru dan dipaksa ketika makan. Anda bisa meminta anak untuk mengocok telur, menuangkan kecap, atau kegiatan lain yang masih aman dilakukan sesuai dengan usia anak.

Dalam mengatasinya diperlukan perhatian, serta kesabaran yang ekstra. Jika anda selalu menyediakan cemilan atau memberikan jajan untuk si kecil di rumah, maka jangan heran jika minat anak untuk makan menjadi berkurang. Apabila anak terbiasa jajan di luar, nafsu makan anak terhadap makanan pokok akan berkurang. Beberapa anak memiliki kebiasaan makan yang diselingi dengan minum yang banyak. Hal ini justru akan membuat perutnya mudah kembung, akibatnya ia akan menolak makanan yang disajikan untuknya. Ketika makan anda dapat menyarankan anak agar tidak minum terlalu banyak.

Comments are closed.