Perlukah Konsumsi Suplemen Vitamin D Jika Sudah Rutin Berjemur?

Perlukah Konsumsi Suplemen Vitamin D Jika Sudah Rutin Berjemur?

Dilansir dari New Parent, sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Pediatrics menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D selama hamil bisa menyebabkan lemahnya kemampuan motorik dan mental anak. Selain Vitamin C, kandungan buah stroberi ini juga berfungsi melindungi tubuh manusia dari radikal oksigen. Vitamin yang terkandung di dalamnya memainkan peranan penting dalam berbagai aktivitas enzimatik, seperti sintesis kolagen protein, yang ikut membentuk otot tendon, tulang, tulang rawan, dan kulit. Penyembuhan luka yang lambat dapat mengindikasikan kurangnya Vitamin C.

Tak heran, berjemur sinar matahari pagi sejatinya sudah dilakukan sejak zaman dulu. Bayi, anak-anak, dewasa, maupun orang-orang tua sering kali bermandi matahari pagi untuk menjaga kesehatan. Dari prekursor ini, organ-organ kemudian menghasilkan kalsitriol sendiri, yang kemudian digunakan tubuh untuk proses-proses lain yang tak terhitung jumlahnya dalam tubuh. Sebuah penelitian (The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism) menemukan bahwa 80% dari 216 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit di Spanyol kekurangan vitamin D.

Mengapa penting untuk mengkonsumsi vitamin D

Ini bisa ditempuh lewat rutin olahraga, tidur cukup, mengelola stres dengan baik, dan tentunya lewat pola makan sehat bernutrisi seimbang. Nah, salah satu vitamin yang penting untuk menunjang sistem imun, serta termasuk salah satu suplemen yang banyak dicari, adalah vitamin D3. Mitrapost.com – Salah satu cara praktis untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dalam tubuh adalah dengan berjemur di bawah sinar matahari.

Food Drug Administration tidak mengeluarkan izin untuk vitamin D sebagai bagian dari pengobatan covid-19. Zubairi mengakui pemberian tambahan vitamin D sebsar mikrogram tiap hari bisa memproteksi pasien terhadap infeksi akut saluran napas. Artinya, kata dia, vitamin D yang dikonsumsi sebelum pasien terdiagnosis covid-19 dibanding dengan pasien yang tidak mengonsumsi, ternyata sama hasilnya. Penelitian juga memuat kalau dosis vitamin D terlalu banyak ditemukan efek samping yang disebut toksisitas. Dia melanjutkan ada perbedaan kualitas perawatan kesehatan, tingkat tes, usia populasi, atau jenis virus korona yang tak sama di tiap negara. Sehingga, belum cukup knowledge Judi Slot Online untuk bisa mengatakan vitamin D dapat mencegah seseorang terinfeksi covid-19.

Program vaksinasi yang intensif, diharapkan mampu meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat agar cepat mencapai herd immunity terhadap virus Covid-19. ‘’Yang perlu kita perhatikan dalam menjaga kondisi tubuh yang sehat adalah rutin dalam mengonsumsi nutrisi serta asupan gizi yang baik setiap hari. Periode pasca vaksinasi sering membuat kita tidak lagi memperhatikan kebutuhan asupan nutrisi setiap hari yang menjaga imunitas tubuh,’’ jelas dr. Michael Reo. Dengan beragam manfaat tersebut, hal yang membuat vitamin D ini unik ialah karena dapat diperoleh dari sinar matahari. “Di tengah pandemik COVID-19 ini, roda ekonomi harus tetap bergerak sehingga kita semua sudah kembali beraktivitas, sambil tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Secara ajaib makanan yang satu ini menyimpan 446 IU vitamin D yang baik untuk dikonsumsi oleh anak. Makanan hewani yang mudah didapat ini merupakan sumber vitamin D yang baik. Dalam satu butir telur ukuran sedang mengadung 87 IU vitamin D atau setara dengan 17 persen kebutuhan harian. [newline]Cindiawaty mengatakan orang dengan variasi gen membutuhkan tambahan suplemen vitamin D. Human Reproduction menemukan bahwa pria yang mengalami defisiensi vitamin D mengalami pergerakan sperma yang lambat dan bentuknya tidak sempurna.

Mengonsumsi sajian makanan dengan bahan dua butir telur dapat mencukupu 15 persen kebutuhan vitamin D harian. Penderita penyakit tidak menular memiliki risiko tinggi terinfeksi virus corona (Covid-19). Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee. Dilansir dari situs Science Daily, asupan harian vitamin D yang dibutuhkan ibu menyusui yaitu sekitar 5.000 hingga 6.000 IU.

Melansir Health, tanpa dukungan vitamin D, penyerapan kalsium di usus bisa terganggu. Kebutuhan vitamin D tersebut perlu dipenuhi agar kinerja tubuh tetap optimum dan badan tetap sehat. Sedangkan kebutuhan vitamin D per hari orang lanjut usia di atas 70 tahun sebesar 800 IU. Ikan, terutama yang berlemak seperti salmon, tuna, mackerel, dan sarden – merupakan sumber yang baik dari vitamin D.

Comments are closed.