Cara Menanggapi Pertanyaan Anak

Cara Menanggapi Pertanyaan Anak

Pembaharuan pendidikan di dunia Islam dimulai dikerajaan Turki Usmani. Faktor yang melatar belakangi gerakan pembaharuan bermula dari kekalahan-kekalahan kerajaan Usmani dalam peperangan dengan Eropa. Pengaruh peradaban Islam, termasuk di dalamnya pemikiran Ibn Rusyd, ke Eropa berawal dari banyaknya pemuda-pemuda Kristen Eropa yang belajar di universitas universitas Islam di Spanyol, seperti universitas Cordova, Seville, Malaga, Granada, dan Valensia. Selama belajar di Spanyol, mereka aktif menerjemahkan buku-buku karya ilmuwan-ilmuwan muslim. Adapun kurikulum, yang dikembangkan di Madrasah Nizamiyah beroientasi kepada penyebaran paham Sunni. Orientasi ini sebagai counter taktis untuk memimanilisir paham Syi’ah di masyarakat.

Usaha yang dilakukan Nizam al-Mulk dengan membangun Madrasah Nizamiyah mendapat respon positif dari masyarakat. Bagaimanapun, sejak kekuasaan al-Mutawakkil, Bait al-Hikmah telah menunjukan kemerosotan yang terus-menerus. Khalifah al-Mutawakkil yang berkuasa merupakan seorang penyokong para ulama arthodok, yang kemudian menghacurkan orang-orang Mu’tazilah dan pusat ilmu pengetahuan mereka, Bait al-Hikmah. Meskipun begitu, satu hal yang mesti tidak terlupakan bahwa pembangunan Bait al-Hikmah telah menginspirasi banyak orang, sebagaimana juga para penguasa lainnya untuk mendirikan lembaga-lembaga yang serupa. Salah seorang dari mereka adalah Fatimah yang selama kekuasaan Hakim, telah membangun Dar-el-Hikma di tahun 1005 M.

Dengan bersikap kritis, seseorang dapat dengan cepat memecahkan masalah sehari-hari. Selain itu, berpikir kritis dan logis dapat menyelamatkan kita dari kejahatan orang lain ataupun informasi hoaks. Menurut Dr.Bruce Lipton, masa emas untuk membentuk karakter adalah usia 0-7 tahun. Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak untuk berpikir kritis dan logis? Berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan disebutkan dalam Pasal 5 Ayat Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan. Setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau.

Bantuan pembangunan resmi masih diperlukan guna membantu mendanai pembangunan berkelanjutan untuk membantu negara-negara yang kurang berkembang. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan hasil proses negosiasi yang melibatkan 193 Negara Anggota PBB dan juga partisipasi dari masyarakat sipil dan pemangku kepentingan lainnya yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Hal ini menghasilkan representasi dari sejumlah besar kepentingan dan perspektif. Perdamaian, untuk mendorong masyarakat yang damai, adil dan inklusif serta terbebas dari rasa takut dan kekerasan.

Cara untuk menanggapi pertanyaan kritis dari anak

Keberhasilan dokter Jurjis ibnu Bakti Yashu dalam menyembuhkan penyakit khalifah Al-Mashur maka mereka diberikan kemakmuran hidup di Bagdad oleh khalifah sebagai dokter-dokter istana, mereka juga membangkitkan studi karya-karya besar Hippocrates dan Galen . Ilmu sejarah dan geografi, yaitu segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah, dan riwayat. Ubaid ibn Syariyah Al Jurhumi berhasil menulis berbagai peristiwa sejarah. Rumah sakit di samping berfungsi untuk mengobati dan merawat orang sakit, tetapi juga berfungsi sebagai tempat mendidik calon tenaga medis dan perawat, dan juga untuk mempelajari ilmu kedokteran. Sebelum masjid dibangun, maka di samping memberi pelajaran di rumah Arqam, Nabi juga mengajar di rumahnya di Makah, maka berkumpullah para sahabat di sekitar beliau untuk menerima pelajaran yang disajikan oleh Nabi.

Saat ini Anda bisa menemukan banyak pengguna internet yang terkadang tidak aturan. Hal seperti menyebarkan hoax, menjadi hater, berdebat politik tidak jelas dan bahkan melakukan harassment on-line adalah tindakan orang yang tidak berpikir kritis. Saat Anda bisa mempertanyakan banyak hal, Anda tentu tidak akan gegabah publish berbagai hal yang bermasalah.

Jelas ini menjadi dilema tersendiri bagi para guru yang di dalam kelasnya ada siswa difabel. Di sekolah Inklusi (SD. Muhamadiyah di Gunung Kidul) sekolah ini punya murid 120 anak, 2 anak laki-laki diantaranya adalah Tuna Grahita, dua anak ini dimasukan oleh kedua ibunya ke kelas I karena mau masuk SLBC lokasinya jauh dari tempat tinggalnya yang di pegunungan. Keluarga ini tergolong keluarga miskin oleh sebab itu mereka memasukkan anak-anaknya ke SD Muhamadiyah. Perasaan mereka sangat bahagia dan bangga bahwa kenyataannya anak mereka diterima sekolah. Satu anak tampak berdiam diri dan cuek, sedang satu lagi tampak ceria dan gembira, bahkan ia menyukai tari dan suka musik, juga ia ramah dan bermain dengan teman sekolahnya yang tidak cacat. Gurunya menyukai mereka, mengajar dan mendidik mereka dengan mengunakan modifikasi kurikulum untuk matematika dan mata pelajaran lainnya, evaluasi disesuaikan dengan kemampuan mereka.

Pergeseran paradigma pengelola pesantren terhadap perubahan zaman yang penuh persaingan, ditambah dengan berkembangnya teknologi, keterampilan leadership dan kemampuan management yang baik, adalah menjadi pemicu pondok pesantren berani berbenah menjadi lebih baik. Apalagi masuknya hantaman globalisasi, dengan nuansa pemikiran serba materialisme-pragmatisme, memaksa Pondok Pesantren harus peka melihat pergumulan yang dihadapi ummat Islam Indonesia, dengan menyediakan pendidikan alternatif tanpa menanggalkan kekhasannya. Kebiasaan lain yang diamalkan di Pesantren yang bersifat sosial keagamaan di antaranya; tradisi berpoligami untuk memperbanyak keturunan agar lebih banyak lagi, berziarah kubur, tradisi haulan, tradisi bersilaturahim dengan sesama para santri.

Bait al-Hikmah kemudian digabungkan ke dalam tempat sekolah hingga penyerangan tentara Mongol, yang telah membakarnya selama penghacuran Bagdad pada tahun 1258 M. Bait al Hikmah merupakan sebuah pengembangan dari perpustakaan yang dibangun oleh Harun al-Rasyid yang disebut Khizanat al-Hikma , di mana keturunan Barmaky telah memulai penerjemahan bermacam risalah Yunani. Al-Ma’mun kemudian memberikan sebuah perintah resmi untuk gerakan penerjemahan, yang kemudian mempengaruhi perkembangan pemikiran Islam dan budaya seutuhnya. Untuk lembaga ini al-Ma’mun mempekerjakan seorang ahli observatorium astronomi di Bagdad di bawah kendali seorang muallaf Yahudi yaitu; Sind ibnu Ali kemudian dilanjutkan Yahya ibnu Abi Manshur. Lebih lanjut, al-Ma’mun kemudian menambah observatorium lainnya di Mt. Qasiyun Palmyra .

Comments are closed.