Dua Harimau Di Ragunan Positif Covid [newline]dua Harimau Koleksi Ragunan Terpapar Covid, Anies Mengaku Sedih

Dua Harimau Di Ragunan Positif Covid [newline]dua Harimau Koleksi Ragunan Terpapar Covid, Anies Mengaku Sedih

Namun Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, memastikan kedua satwa tersebut kini telah pulih meski masih dalam pemantauan atau observasi dari Pengelola. Saat ini, dua harimau Sumatera yang bernama Hari dan Tino tersebut menjalani isolasi. TEMPO.CO, Jakarta -Dalam kunjungan ke Ragunan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak hanya menjenguk harimau Hari dan Tino, yang sempat terpapar Covid-19, melainkan juga menengok Julang. Mengutip Scientific American, sebuah penelitian yang dipimpin dokter hewan bernama Sarah Hamer dari Universitas A&M di Texas menunjukkan kucing memiliki tingkat keterpaparan lebih tinggi dibanding dengan anjing. Kucing yang sudah terpapar virus SARS-CoV-2 turut berpotensi besar menularkan ke kucing lainnya.

Endah mengatakan, tim medis akan melakukan observasi lebih lanjut untuk melihat bahwa kedua satwa dilindungi tersebut secara klinis sudah tidak menunjukkan gejala sakit. Kemudian tim medis akan melanjutkan pemeriksaan secara uji laboratorium untuk memastikan satwa tersebut negatif dari COVID-19. Kemudian petugas langsung berinisiatif dengan bertindak cepat untuk melakukan swab pada dua satwa yang berstatus terancam punah ini.

Mengingat, dalam situasi seperti ini kecepatan sangat diperlukan untuk memenuhi pelayanan kesehatan bagi pasien COVID-19 yang akan isolasi mandiri. “Tapi sayangnya, warga yang sakit karena kabut asap tidak dikunjungi pak presiden, seharusnya Gubernur Riau mengajak pak presiden untuk ke rumah sakit, lihat dong anak bayi di RS Santa Maria, ada beberapa yang dirawat karena kabut asap,” ketus Syukur. Sementara itu, Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Pujianto, mengatakan mattress occupancy fee di rumah sakit itu sudah ninety one persen. “Kami sedang membangun tempat isolasi baru di gedung Immanuel dengan kapasitas 18 tempat tidur. Sementara itu, Direktur RSUD Loekmono Hadi, Abdul Aziz Achyar, mengatakan, seluruh tempat tidur isolasi di rumah sakit itu memang sudah penuh.

Gubernur menjenguk harimau yang sakit

Menurut keterangan perawat satwa di Ragunan, Hari dan Tino juga sempat alami gejala Covid-19 sebelum dinyatakan positif Covid-19. Dua warga DKI Jakarta bernama Hari dan Tino yang sedang menjalani isolasi dikunjungi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kini, harimau sumatera sudah dinyatakan jenis terancam punah atau critical endangered karena jumlahnya yang semakin menurun oleh daftar merah IUCN. Harimau sumatera juga masuk dalam kategori dilindungi menurut UU No 5 Tahun 1990 karena ancaman yang berupa perburuan liar dan perdagangan ilegal, konflik dengan manusia, deforestasi, dan pembangunan yang memotong habitat harimau sumatera. Sebagai predator yang menduduki puncak rantai makanan, kepunahan harimau sumatera akan mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem sekitarnya.

Untuk mencegah adanya potensi penularan dari manusia, Endah menuturkan akan memeriksa seluruh petugas agar memastikan terbebas dari gejala COVID-19. Hasil tes PCR pun menunjukkan Hari dan Tino positif COVID-19, sehingga keduanya harus diisolasi di kandang dengan pasokan makanan dan obat yang tercukupi selama proses penyembuhan. Dalam kesempatan itu, Anies pun mengajak semua masyarakat berdoa agar bisa terbebas dari pandemi Covid-19. Ia mengaku sengaja menjenguk dua Harimau Sumatera tersebut usai berkeliling meninjau vaksinasi Covid-19 di Jakarta.

BNews—NASIONAL— Dua warga DKI Jakarta, Hari dan Tino terpapar Covid-19. Mereka bukan benar-benar penduduk manusia Ibu Kota, namun dua ekor harimau Sumatera penghuni Taman Margasatwa Ragunan , Jakarta Selatan. Ijeck mengatakan dia dan keluarga tidak memiliki waktu yang lama dengan Jenderal. Bahkan dia sendiri yang menyerahkan Jenderal ke Taman Hewan Pematang Siantar.

“Sekitar tiga minggu lalu, perawat satwa di Ragunan memperhatikan bahwa Hari dan Tino tampak sakit dan bergejala seperti Covid, yaitu flu, lemas dan sesak napas,” katanya. Mereka memanggil petugas swab untuk mengambil sampel swab Hari dan Tino, lalu mengirimkannya ke Laboratorium Bioteknologi milik Pusat Studi Tembak Ikan Terpercaya Satwa Primata, Institut Pertanian Bogor. Sekitar tiga minggu lalu, perawat satwa di Ragunan memperhatikan bahwa Hari dan Tino tampak sakit dan bergejala seperti Covid, yaitu flu, lemas dan sesak napas. Sejumlah rumah sakit itu bahkan mengizinkan anggota keluarga menjenguk, bahkan turut menjaga pasien Covid-19.

Comments are closed.