Sejarah Pendidikan Islam

Sejarah Pendidikan Islam

Untuk itulah anak perlu dibiasakan mandiri sejak kecil dengan cara melakukan pekerjaan ringan yang bisa ia lakukan sendiri, seperti mengambil minum, meletakkan pakaian kotor di ember, mengambil pakaian, dan sebagainya. Kegiatan belajar dan mengajar di Brain Academy dikelola oleh pakar pendidikan terbaik yang telah mengajar dan mengembangkan materi belajar di berbagai negara di dunia maupun sekolah dan bimbel terbaik di Indonesia. “Jika anak tidak mencuci piring, itu berarti ada orang lain yang mengerjakannya. Ia bukan saja terbebas dari pekerjaan, tapi belajar memahami pekerjaan harus diselesaikan dan setiap orang bisa berkontribusi,” katanya. Seperti yang sudah dipaparkan di hasil penelitian di atas, banyak karyawan mengeluh bahwa mereka harus mengerjakan urusan kantor dan rumah tangga secara bersamaan.

Daffa, remaja yang masih duduk di sebuah Sekolah Menengah Atas di wilayah Jakarta Timur, adalah remaja yang tak enggan mengerjakan pekerjaan rumahnya. Menyapu, mengepel, mencuci dan tugas rumah lainnya sudah menjadi rutinitas hariannya. “Daffa sudah terbiasa sejak SD terlibat dalam pekerjaan rumah, mulai dari bersih-bersih,” tutur Sidiq Gunawan, ayah dari Daffa. Daffa mungkin bisa menjadi contoh laki-laki yang menganggap pekerjaan rumah sebagai tugas bersama dan tidak akan dianggap aneh jika mengerjakan pekerjaan rumah. Aktivitas sehari – harinya bekerja di hutan mulai dari pagi hingga siang hari bahkan sampai sore hari.

Anda pun bisa memberikan fasilitas yang nyaman untuk anak belajar di rumah. Kondisi belajar yang kondusif serta aktivitas menyenangkan yang dapat dilakukan anak selama istirahat jam belajar, bisa membantu temper anak untuk tetap semangat belajar daring. Pastikan Anda membantu anak mengerjakan PR dan mengatasi masalah yang ia hadapi. Perhatikan, apakah si anak tahu langkah berikut dari tugas yang ia hadapi. Akan ada hambatan atau keengganan untuk mengerjakan PR di topik-topik yang tak ia sukai, kemungkinan besar pun ia akan terlihat frustasi. Lagipula, judulnya kan pekerjaan rumah untuk siswa, bukan orangtuanya.

“Dengan melakukan pekerjaan rumah tangga, mereka akan menyadari pentingnya bekerja untuk menjadi bagian dari kehidupan,” kata penulis buku How to Raise an Adult, Julie Lythcott-Haims. Julie juga melakukan penelitian jangka panjang tentang pola asuh mengajak anak melakukan pekerjaan rumah tangga. Terakhir, tentang kurikulum yakni seluruh kegiatan yang dilakukan peserta didik baik di dalam maupun di luar sekolah asal kegiatan tersebut di bawah tanggung jawab guru/ pendidik. Yang dimaksud dengan kegiatan itu tidak terbatas pada kegiatan intra ataupun ekstrakurikuler. Apa pun yang dilakukan peserta didik asal dibawah bimbingan guruadalah kurikulum.

Para ahli berpendapat bahwa anak yang rajin membantu beres-beres di rumah lebih berprestasi dalam akademis dibandingkan yang tidak. “Hanya ketika anak-anak tahu bagaimana melakukan pekerjaan rumah tangga untuk membantu orangtua mereka, mereka dapat menjadi orang yang tahu cara menangani masalah dengan baik,” katanyanya. Bila anak tengah berhadapan dengan pekerjaan rumah dari sekolah yang menggunung atau hendak menginap di rumah kerabat, Anda bisa jadi tergoda untuk tidak memberi mereka tugas rumah tangga. Namun, peneliti dari Stanford Unviersity, Julie Lythcott-Haims, menyarankan sebaliknya. Lagi pula, orang tua mana yang tidak ingin memiliki anak yang rajin dan membantu meringankan pekerjaan rumah orang tuanya. Tentunya tidak hanya semata-mata diukur dari beban pekerjaan Mama jadi lebih ringan, melainkan adanya manfaat lain yang bisa diperoleh anak Mama.

Tak jarang, orangtua pun jadi ikut kelimpungan untuk membantu mengerjakan PR sang buah hati. Anda dapat mulai mempertimbangkan untuk menggunakan guru les privat ketika Anda sulit mengajar anak-anak. Mintalah guru atau teman-teman sesama orangtua murid untuk merekomendasikan guru privat yang baik untuk anak.

Anggapan bahwa hanya anak perempuan saja yang bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga haruslah dihilangkan. Mengutip laman mindbodygreen.com, penulis dan pakar perawatan anak Caroline Maguire, M.Ed. mengungkapkan bahwa penelitian menemukan anak-anak yang melakukan melakukan pekerjaan rumah tangga, kecakapan hidupnya akan terbangun. Dengan ikut mengerjakan pekerjaan rumah tangga, anak akan belajar pentingnya menjadi bagian dari masyarakat. Saat anak dilibatkan dalam pekerjaan rumah tangga, anak akan belajar untuk menjadi bagian keluarga. Ke depannya, anak pun tidak tumbuh menjadi pribadi egois dan bisa dengan mudah ikut turun tangan untuk kebaikan bersama.

Membantu anak mengerjakan pekerjaan rumah

Jangan lupa memuji anak Anda untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik. Mengajari anak-anak Anda nilai etos kerja yang kuat akan membantu mereka sepanjang hidup mereka saat mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang proaktif. Parents juga harus bersedia menerima kekurangan mereka saat mereka membantu pekerjaan rumah. Pakaian yang dilipat mungkin tidak akan terlihat sempurna dan buku-buku akan disimpan di berbagai tempat. Tidak pernah terlalu dini bagi anak-anak Anda untuk membantu pekerjaan rumah – terutama jika mereka secara sukarela ingin membantu.

Comments are closed.